FAJAR FLORES – Di tengah keterbatasan sarana dan minimnya modal, Sabinus Sera atau yang akrab disapa Binus membuktikan bahwa dunia pertanian memiliki peluang besar bagi siapa saja yang mau bekerja keras dan berani mengambil risiko. Warga Sere, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur ini telah menekuni usaha hortikultura sejak tahun 2010.
Dengan tekad kuat, Sabinus memulai langkah berani dengan meminjam modal dari Bank BRI. Modal itu ia gunakan untuk mengembangkan usaha hortikultura di Desa Bamo. Ia menyewa lahan milik warga seluas seperempat hektare dengan sistem kontrak lima tahun seharga Rp2 juta per tahun.
“Saya berani pinjam di bank karena saya sudah tahu hasilnya dan peluangnya jelas,” ungkap Sabinus dengan penuh keyakinan saat diwawancarai Fajarflores.com
Selama lebih dari satu dekade, berbagai komoditas hortikultura telah ia budidayakan, mulai dari tomat, terung, melon, sawi, jagung, kacang panjang, buncis, mentimun, wortel hingga labu kuning. Hasil panennya ia pasarkan langsung ke pasar serta dijual secara keliling di wilayah Manggarai Timur.
Namun di balik geliat usahanya, Sabinus mengaku masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, tingginya biaya transportasi, serta minimnya modal untuk memperluas skala usaha.
“Kalau mau buat lebih besar, kendala paling utama di modal dan alat,” ujarnya.
Kehadiran program Makan Gizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat menjadi harapan baru baginya. Program tersebut dinilai mampu membuka peluang lebih lebar bagi para petani lokal dalam memenuhi kebutuhan sayur dan buah-buahan.
Sabinus juga menyayangkan kondisi pasar lokal yang justru dipenuhi hasil hortikultura dari luar daerah.
“Saya agak menyesal, karena kebutuhan sayur di pasar dan MBG di Manggarai Timur masih banyak didatangkan dari daerah lain. Padahal di Kota Komba, kalau mau serius tanam hortikultura, hasilnya bisa mencukupi,” tegasnya
Kini, Sabinus terus berupaya meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pemasaran. Ia juga mulai menyuplai hasil panen ke MBG di Waerana. Dengan semangat pantang menyerah, Sabinus Sera ingin menunjukkan bahwa bertani bukan profesi yang perlu malu, melainkan peluang besar untuk menjadi mandiri dan menginspirasi.
“Jangan pernah malu bertani. Kalau ditekuni, justru bisa jadi inspirasi bagi banyak orang,” tutupnya.***












