BeritaNasional

Anggota DPRD SBD, Carolina Louro Di-PAW Tanpa Alasan Jelas, Sampaikan Pesan Haru kepada Masyarakat SBD

367
×

Anggota DPRD SBD, Carolina Louro Di-PAW Tanpa Alasan Jelas, Sampaikan Pesan Haru kepada Masyarakat SBD

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD SBD, Carolina Louro Di-PAW Tanpa Alasan Jelas, Sampaikan Pesan Haru kepada Masyarakat SBD(Fajarflores/Hans Wes)

FAJAR FLORES – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Carolina Louro, Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya periode 2024–2029, resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur NTT Melki Laka Lena Nomor 100.3.3.1/1030 PEMKES.

Dalam keputusan tersebut, Carolina diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh Lede Bulu, peraih suara terbanyak kedua dari Partai NasDem di Dapil II SBD.

Namun, di balik proses PAW ini, Carolina mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan maupun alasan yang jelas dari Partai NasDem terkait pemberhentiannya.

Ketidakjelasan tersebut menjadi sumber kekecewaan yang ia suarakan dalam konferensi pers bersama media, dimana ia tampil tegar sekaligus emosional di hadapan masyarakat yang selama ini mempercayainya.

Meski menghadapi situasi yang sulit, Carolina memilih untuk tetap menunjukkan penghormatan kepada masyarakat Sumba Barat Daya dengan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam.

“Pertama-tama atas nama pribadi, suami, dan anak-anak, saya menyampaikan limpah terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumba Barat Daya yang telah memberikan kepercayaan besar kepada saya untuk duduk sebagai anggota DPRD. Kepercayaan itu adalah kehormatan sekaligus amanah yang saya jaga dengan segenap hati,” ujarnya dengan nada lembut.

Carolina menegaskan bahwa proses pemberhentiannya bukan karena keputusan pribadi ataupun pelanggaran yang ia ketahui. Bahkan hingga SK tersebut keluar, dirinya tidak pernah menerima alasan yang pasti dari pihak partai.

“Namun, perjalanan sebagai wakil rakyat yang harus berhenti melalui proses pergantian antar waktu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor 103.3.3.1/1030/Pemkes yang menetapkan pemberhentian saya dan pengangkatan Saudara Lendy Bulu,” tuturnya.

Tak mampu menyembunyikan gejolak perasaan, Carolina menyampaikan kejujurannya bahwa keputusan PAW ini menjadi pukulan berat bagi dirinya dan keluarga.

“Saudara, Saudari sekalian, bukan hal yang mudah bagi saya dan keluarga menerima kenyataan ini. Tetapi bukan karena saya kehilangan kedudukan, tetapi karena saya merasa masyarakat yang telah memilih, menetapkan suaranya pada saya, sangat layak mendapatkan penjelasan, layak mendapatkan penghormatan, dan layak mendapatkan permohonan maaf dari hati yang paling dalam…”

Ia menegaskan bahwa kesetiaan antara dirinya dan masyarakat tidak akan pernah pudar meski jabatan telah direbut darinya tanpa alasan yang jelas.

“Kesetiaan itu seperti benih yang pernah kita tanam bersama. Hari ini mungkin tidak tampak, mungkin tertutup oleh tanah kesedihan atau kekecewaan. Tetapi saya percaya, benih itu tetap hidup… akan tumbuh… dan pada waktunya akan mekar menjadi bunga dengan aroma perjuangan, kejujuran, dan keteguhan hati.”
Carolina menambahkan bahwa ia dan keluarga kini tidak memiliki kekuatan politik apa pun untuk melawan keputusan tersebut. Namun ia menyerahkan seluruh proses ini kepada Tuhan sebagai pemegang keadilan tertinggi.

“Kami tidak punya kekuatan politik. Tetapi satu hal yang kami miliki dan tidak bisa direbut oleh siapa pun adalah iman. Karena itu, kami membawa seluruh persoalan ini kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Biarlah apa yang hari ini tampak sebagai akhir menjadi awal dari rencana yang lebih besar.”

Di akhir pernyataannya, Carolina tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak yang tetap berdiri bersama dirinya.

“Terima kasih kepada semua pihak yang tetap mendoakan, mendukung, dan berdiri bersama kami. Kesediaan kalian adalah kekuatan kami.”

Hingga saat ini, alasan jelas mengenai PAW Carolina Louro dari DPRD Sumba Barat Daya belum pernah disampaikan oleh Partai NasDem.***