FAJAR FLORES – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Barat Daya (SBD) kembali menegaskan konsistensinya dalam mencetak kader ideologis melalui pelaksanaan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) ke-XI. Kegiatan ini digelar pada 28–30 November 2025 dan dipusatkan di Aula Kantor Desa Watu Kawula, Kota Tambolaka.
PPAB XI tahun ini mengusung tema “Membentuk Pemimpin Muda Marhaenis dengan Menggaungkan Spirit Perjuangan Marhaenisme di Era 5.0”, sebagai penegasan visi organisasi untuk melahirkan pemimpin muda yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Dihadiri Bupati dan Unsur Penting Daerah
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan institusi penting, di antaranya Bupati Sumba Barat Daya, Ketua Bawaslu SBD, perwakilan KPU SBD, perwakilan Dandim 1629, Persatuan Alumni GMNI Sumba Barat, Persatuan Alumni GMNI SBD, serta para ketua DPC GMNI se-Daratan Sumba. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap peran GMNI sebagai organisasi kader yang terus aktif dalam pembangunan daerah.
Ketua DPC GMNI SBD: Kemerdekaan Harus Berwujud Tindakan
Ketua DPC GMNI SBD, Dedianto Daghu Kezo, dalam sambutannya menegaskan bahwa pekikan “merdeka” tidak boleh berhenti pada slogan belaka.
“Kata merdeka harus terus kita gaungkan. Namun lebih dari itu, kemerdekaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memihak kepentingan rakyat kecil,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa GMNI SBD berkomitmen penuh mendidik kader yang berani bersuara, kritis, dan setia pada garis perjuangan kaum marhaen.
PA GMNI SBD: Kader Harus Kuat dan Setia pada Perjuangan
Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI SBD, Marten Roga Ate turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah, terutama kehadiran Bupati SBD. Ia menegaskan bahwa menjadi kader GMNI berarti siap menghadapi tantangan demi memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil.
“Mereka yang bergabung dengan GMNI harus kuat menghadapi kesulitan. Kami yakin SBD dapat maju bila setiap kader berdiri tegak pada prinsipnya. Kalian harus siap secara mental,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan PA GMNI Sumba Barat, Novri Bunga, yang menekankan bahwa GMNI merupakan mitra kritis pemerintah daerah.
“GMNI hadir sebagai mitra kritis. Ketika ada kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, di situlah GMNI harus bersuara,” tegasnya.
Bupati SBD: Semangat Kader GMNI Jadi Energi Perubahan
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, mengaku bangga dengan semangat dan konsistensi GMNI dalam mengawal pembangunan daerah. Menurutnya, keberanian dan idealisme para kader menjadi energi positif bagi kemajuan SBD.
“Saat mendengar pekikan Ketua GMNI, darah saya naik-turun, hati saya bergetar. Saya teringat perjuangan saya dulu. Melihat kalian, saya bangga. Kalau begini, saya percaya SBD akan maju,” ujarnya sebelum membuka secara resmi kegiatan PPAB XI.
Dalam kesempatan itu, Bupati SBD juga mengumumkan program beasiswa bagi putra-putri Sumba Barat Daya. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mencetak 100 magister dan 10 doktor selama masa kepemimpinannya, sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan sumber daya manusia daerah.***












