FAJAR FLORES – Pengerjaan peningkatan ruas jalan Kisol–Mok di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, akhirnya dimulai dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Jalan yang selama puluhan tahun rusak parah dan sulit dilalui itu kini mulai ditangani melalui program pemerintah pusat yang dibiayai Dana Instruksi Presiden (Inpres) sejak awal Desember 2025.
“Jalan ini sudah rusak lebih dari 20 tahun. Kami sangat senang akhirnya mulai dikerjakan,” ujar Laurensius Purnama (47), warga Kisol, Jumat (12/12/2025).
Ruas Kisol–Mok merupakan akses vital bagi warga Desa Lembur, Mbengan, dan Rana Kolong menuju Borong. Selama ini, kondisi jalan yang berlubang dan licin saat hujan kerap menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Nilai Proyek Rp12,5 Miliar, Ditangani 2,5 Kilometer
Proyek peningkatan jalan ini dikerjakan oleh PT Wijaya Graha Prima di bawah pengawasan Balai Jalan Nasional Provinsi NTT. Pekerjaan bersumber dari APBN dengan nilai kontrak awal Rp15,68 miliar untuk peningkatan sepanjang 3,5 kilometer jalan lapen rusak menjadi hotmix atau Hot Rolled Sheet (HRS).
Namun, seiring kebijakan efisiensi dan optimasi anggaran pemerintah pusat, nilai anggaran yang tersedia berkurang menjadi Rp12,5 miliar. Dampaknya, volume pekerjaan menyusut dan hanya mencakup 2,5 kilometer.
“Dari anggaran yang ada, kita kerjakan 2,5 kilometer hotmix (HRS). Selain itu, juga dilakukan pembangunan saluran atau drainase,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Franky Simamora, kepada Fajarflores.com Jumat siang.
Kades Lembur Minta Penanganan Darurat Titik Rusak Berat
Kepala Desa Lembur, Yon Baos, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Meski demikian, ia meminta agar kontraktor melakukan penanganan darurat pada sejumlah titik jalan yang rusak berat dan belum terakomodasi dalam volume pekerjaan tahun ini.
“Kami minta ada penanganan darurat di titik-titik yang rusak parah,” ujar Yon Baos kepada Fajarflores.com Jumat sore.
Menurutnya, permintaan itu telah disampaikan langsung kepada PPK bersama Camat Kota Komba saat sosialisasi proyek. Penanganan darurat yang dimaksud berupa urugan pilihan (urpil) agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat.
“Kalau hanya 2,5 kilometer, maka titik-titik rusak berat tidak tersentuh. Padahal ada lokasi rawan seperti Wae Pake, Pandu, dan beberapa titik lain,” jelasnya.
Pekerjaan Dimulai dari Pertigaan Trans Flores
Pantauan di lapangan pada Jumat siang menunjukkan pengerjaan dimulai dari pertigaan jalan Trans Flores, tepat di sisi timur Gereja Paroki Kisol. Sejumlah pekerjaan awal seperti pelebaran badan jalan dan penggalian drainase tampak hampir rampung.
Menanggapi permintaan penanganan darurat, PPK Franky Simamora memastikan hal tersebut telah dibahas dan disepakati dalam forum sosialisasi.
“Permintaan itu akan dipenuhi setelah pekerjaan hotmix selesai. Penanganan darurat itu pasti dilakukan,” tegasnya.
Harapan Berlanjut di Tahun Berikutnya
Meski pekerjaan tahun ini terbatas, masyarakat berharap peningkatan ruas Kisol–Mok dapat dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya agar seluruh titik rusak berat dapat ditangani.
“Kami sangat mendukung pekerjaan ini. Harapan kami, tahun depan dilanjutkan supaya manfaatnya lebih maksimal,” kata Laurensius.
Dukungan serupa juga datang dari Anggota DPRD Manggarai Timur Dapil Kota Komba, Selestinus Logho. Ia mendorong agar peningkatan ruas Kisol–Mok kembali diusulkan melalui Dana Inpres maupun APBD.
Sementara itu, PPK Franky Simamora menyatakan pihaknya akan mengupayakan agar ruas Kisol–Mok kembali mendapatkan alokasi Dana Inpres pada tahun 2026.
“Kami mohon dukungan masyarakat Manggarai Timur agar proyek ini bisa berlanjut,” pungkasnya.***












