BeritaFloresNasional

Dari Ruteng untuk Indonesia, PMKRI Gelar Seminar Natal Nasional 2025: Ketua PMKRI Tegaskan Perlawanan Terhadap Judi Online

224
×

Dari Ruteng untuk Indonesia, PMKRI Gelar Seminar Natal Nasional 2025: Ketua PMKRI Tegaskan Perlawanan Terhadap Judi Online

Sebarkan artikel ini
Dari Ruteng untuk Indonesia, PMKRI Gelar Seminar Natal Nasional 2025: Ketua PMKRI Tegaskan Perlawanan Terhadap Judi Online(Dok. Istimewa)

FAJAR FLORES – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santo Agustinus berhasil menjalankan amanah sebagai Panitia Lokal Seminar Natal Nasional 2025. Kegiatan berskala nasional ini dilaksanakan serentak di sembilan wilayah di Indonesia, dan Kabupaten Manggarai melalui PMKRI Cabang Ruteng dipercaya menjadi salah satu tuan rumah pelaksana.

Kepercayaan tersebut menempatkan PMKRI Cabang Ruteng sebagai koordinator utama di tingkat lokal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan seminar berjalan sesuai dengan tujuan dan tema yang telah ditetapkan. Penunjukan ini menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas organisasi, komitmen kader, serta peran aktif PMKRI Ruteng dalam kegiatan kebangsaan dan keagamaan.

Pelaksanaan Berjalan Lancar dan Sukses

Pelaksanaan Seminar Natal Nasional 2025 di Ruteng berlangsung dengan tertib, lancar, dan sukses. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif panitia lokal, dukungan Pengurus Pusat PMKRI, Pemerintah Daerah, Gereja Lokal, institusi pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat dan peserta seminar.

Ketua PMKRI Cabang Ruteng sekaligus Ketua Panitia Lokal, Margareta Kartika, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami sangat bersyukur karena Seminar Natal Nasional 2025 di Ruteng dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ini adalah buah dari semangat persaudaraan, komitmen, dan gotong royong seluruh kader PMKRI, serta dukungan penuh dari Keuskupan Ruteng, UNIKA St. Paulus Ruteng, dan semua mitra,” ujar Margareta.

Ia berharap hasil seminar tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi menjadi kontribusi nyata bagi penguatan keluarga dan masyarakat menjelang perayaan Natal.

Refleksi Iman dan Isu Sosial Bangsa

Kegiatan seminar diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Ruteng dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24). Perayaan ini menjadi dasar refleksi bahwa keselamatan keluarga menuntut kesetiaan, ketekunan doa, dan keberanian menolak godaan instan.

Seminar kemudian menyoroti fenomena judi online (JUDOL) sebagai ancaman serius terhadap moral, ekonomi, dan keutuhan keluarga Indonesia.

Sekretaris Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Drita Ismayani Sriwidyarti, menegaskan bahwa judi online telah memicu krisis rumah tangga, dengan perempuan dan anak sebagai korban paling rentan.

“Tekanan utang dan konflik finansial akibat kecanduan judi sering berujung pada KDRT serta penelantaran hak anak, mulai dari pendidikan hingga pemenuhan gizi,” jelasnya.

Ia menegaskan komitmen Kementerian PPPA untuk memperkuat layanan perlindungan dan edukasi literasi finansial berbasis gender sebagai langkah pencegahan dini.

Perspektif Iman, Ilmiah, dan Akademik

Dari perspektif spiritual, Pendeta GPIB Dr. Cindy Cecilia Tumbelaka-van Munster menolak mentalitas “jalan pintas” yang ditawarkan judi online.

“Intervensi Tuhan bukan melalui jalan pintas, melainkan melalui perjuangan doa dan pertaruhan iman yang panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Susana Florika Kandaimu, menyebut judi online sebagai ancaman serius bagi keluarga muda, pelajar, dan mahasiswa. Ia mengajak organisasi kepemudaan untuk terlibat aktif dalam edukasi, pencegahan, serta pendampingan korban.

Dari sudut pandang ilmiah, Dr. Fransiska Widyawaty menjelaskan bahwa judi online merupakan perilaku adiktif dengan mekanisme biokimia otak yang mirip narkoba. Ia menekankan pentingnya penguatan kontrol diri dalam keluarga sebagai benteng psikologis terhadap budaya instan.

Wakil Ketua LPPM UNIKA St. Paulus Ruteng, Dr. Maksimilianus Jemali, menambahkan bahwa fenomena ini telah menjadi “kulturisasi judi online” yang harus dilawan melalui literasi digital, finansial, dan budaya secara kolaboratif.

Penegasan Etis dan Komitmen Aksi Natal

Sebagai penutup, Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, Romo Dr. Martin Chen, memaparkan data bahwa transaksi judi online pada 2025 mencapai Rp1.200 triliun, dengan 71,6 persen pelakunya berasal dari kelompok berpenghasilan di bawah Rp5 juta.

“Judi online adalah dosa ketamakan yang merusak kebaikan bersama dan menyebabkan pemiskinan sistemik,” tegasnya.

Seminar Natal Nasional 2025 ini juga dirangkaikan dengan berbagai aksi sosial, seperti bakti sosial, bantuan bencana, beasiswa, perbaikan gereja, dan bantuan ambulans di lebih dari 10 titik wilayah Indonesia.

Sebagai penutup, Margareta Kartika selaku PIC Lokal menyampaikan terima kasih kepada Panitia Natal Nasional 2025 atas kepercayaan yang diberikan kepada PMKRI Cabang Ruteng, serta menegaskan komitmen PMKRI untuk terus menghadirkan nilai Natal melalui aksi nyata demi ketahanan sosial dan ekonomi keluarga Indonesia.***