FAJAR FLORES – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumba Barat Daya (SBD) hadir di tengah masyarakat Kampung Yaru Wora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, yang dilanda bencana kebakaran rumah adat. Sebanyak 28 unit rumah adat hangus dilalap api dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat siang, 5 Desember 2025.
Saat dihubungi fajarflores.com melalui sambungan telepon WhatsApp pada Senin, 15 Desember 2025, Ketua DPC GMNI SBD Dedianto D. Kezo, menjelaskan bahwa Kampung Yaru Wora merupakan salah satu kampung situs yang hingga kini masih menjaga estetika serta nilai-nilai kebudayaan masyarakat Sumba. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun seluruh harta benda, termasuk barang-barang penting dan perkakas rumah tangga, tidak sempat diselamatkan.
“Peristiwa ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi warga. Mereka kehilangan tempat tinggal dan seluruh kebutuhan dasar. Karena itu, uluran tangan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan,” ujar Ketua DPC GMNI SBD
Menyikapi kondisi tersebut, GMNI SBD hadir sebagai bentuk tanggung jawab ideologis organisasi yang berlandaskan marhaenisme, dengan menekankan nilai-nilai kemanusiaan demi terwujudnya cita-cita sosialisme Indonesia. GMNI SBD melakukan aksi kemanusiaan melalui kegiatan open donasi selama tiga hari.
Penggalangan dana dilakukan dengan turun ke jalan di sejumlah titik strategis, antara lain kawasan Pasar Omba Komi, Kota Tambolaka, serta sekitar Kantor Daerah (Kadul) Kabupaten Sumba Barat Daya. Dari kegiatan tersebut, GMNI SBD berhasil menghimpun dana tunai sebesar Rp8.582.000, serta bantuan non-tunai berupa pakaian layak pakai.
Dana dan bantuan yang terkumpul kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan pokok masyarakat terdampak, seperti beras, susu kaleng, telur ayam, mi instan, dan minyak goreng. Selain itu, GMNI SBD juga menyediakan perabot rumah tangga, antara lain ember, bokor, gayung mandi, dan baskom.
“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada GMNI SBD untuk menyalurkan bantuan,” ungkapnya. Ia juga menanggapi adanya keraguan dari sebagian pihak dengan menegaskan bahwa GMNI merupakan organisasi yang jelas arah dan perjuangannya, serta konsisten berpihak pada kepentingan rakyat.
Penyaluran dan penyatuan seluruh bantuan hasil open donasi dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025 dan diserahkan langsung kepada masyarakat Kampung Yaru Wora. GMNI SBD berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga serta menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan di tengah bencana.***












