BeritaFlores

Aksi Saling Serang di Facebook, Beredar Chat WA Yance Usman vs Bupati Manggarai Timur, Kekayaan Andreas Agas Mulai “Diulik”

780
×

Aksi Saling Serang di Facebook, Beredar Chat WA Yance Usman vs Bupati Manggarai Timur, Kekayaan Andreas Agas Mulai “Diulik”

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Yance Usman dan Bupati Manggarai Timur Andreas Agas yang beredar di media sosial(Fajarflores/Ril Minggu)

FAJAR FLORES – Aksi saling serang di media sosial Facebook kian memanas. Warga Manggarai Timur yang juga seorang jurnalis, Yance Usman yang selama ini vokal mengkritik Bupati Manggarai Timur Andreas Agas terus menyoroti kerusakan jalan di berbagai kampung. Ia rutin memposting foto-foto jalan rusak dan menilai pemerintah daerah masa bodoh terhadap kondisi tersebut. Aksi kritikan Usman ini diikuti warga lain yang mulai berani memposting foto-foto jalanan rusak tanpa sentuhan perhatian Pemda Matim

Di sisi lain, pembela Bupati Andreas Agas justru membalas kritik itu dengan cara yang dinilai tidak pantas. Sebuah foto editan yang menampilkan Yance memikul seekor babi beredar luas. Bentuk hinaan tersebut langsung menuai kecaman dari warganet. Banyak yang menuding pemerintah tidak mampu memberikan jawaban substantif atas kritik masyarakat, tetapi justru menggunakan tangan-tangan buzzer untuk membungkam suara publik.

Ditengah memanasnya suasana, muncul pula tangkapan layar yang konon katanya percakapan WhatsApp antara Yance Usman dan Bupati Manggarai Timur Andreas Agas. Isi dialog itu menambah panjang polemik yang kini menjadi perhatian masyarakat Manggarai Timur.

Dalam percakapan yang beredar, Yance menyampaikan kritik keras kepada Bupati terkait kinerja sejumlah kepala dinas. Ia menilai kritik halus tidak pernah direspons dengan baik.

“Om tidak perlu risih dengan kritik, ini fakta, om pasti taulah,” tulis Yance dalam salah satu pesan.

Percakapan semakin tajam ketika Yance menuding ada kepala dinas nakal yang harus ditindak. Ia meminta Bupati turun langsung ke kantor-kantor pemerintah untuk melihat kondisi sebenarnya.

Namun Bupati Andreas Agas menilai pernyataan tersebut sudah tidak lagi berupa kritik konstruktif. Dalam tangkapan layar yang beredar, dirinya menulis, “Masa ite masih berharap pada saya yang dungu ini,” sebelum menambahkan pesan lain yang menyebut kritik itu telah berubah menjadi fitnah.

Pernyataan tersebut memicu polemik baru dan memancing beragam reaksi warganet. Sebagian menyayangkan pilihan kata Bupati, sementara yang lain menilai perdebatan ini mencerminkan komunikasi yang tidak sehat antara pemerintah dan warga.

Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi resmi dari kedua pihak terkait percakapan yang beredar serta foto editan yang menjadi kontroversi.

Sementara itu, netizen mulai mengulik harta kekayaan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, yang dinilai naik signifikan. Hal itu sesuai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 31 Desember 2023.

Laporan khusus ini bersifat akhir menjabat dan mencatat total harta kekayaan Bupati Agas mencapai Rp3.559.983.760, meningkat dibandingkan laporan periodik tahun 2022 yang tercatat Rp3.050.114.467.

Sebagian besar harta kekayaan Bupati Agas Andreas berasal dari tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas. Postingan itu menuai beragam komentar yang menyoroti kenaikan signifikan ditengah lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah paling timur tanah Congkasae itu.***