BeritaFloresNasional

Anggaran Rp113,9 Juta Mengalir, Manfaat Nihil: Proyek Drainase 2025 di Tanah Rata Disorot Tajam Warga

393
×

Anggaran Rp113,9 Juta Mengalir, Manfaat Nihil: Proyek Drainase 2025 di Tanah Rata Disorot Tajam Warga

Sebarkan artikel ini
Anggaran Rp113,9 Juta Mengalir, Manfaat Nihil: Proyek Drainase 2025 di Tanah Rata Disorot Tajam Warga(Fajarflores/Ril Minggu)

FAJAR FLORES – Proyek pembangunan drainase yang baru dikerjakan pada tahun anggaran 2025 di Kelurahan Tanah Rata kembali menuai sorotan tajam dari warga. Salah satunya datang dari Once Rama warga Sere, yang menilai proyek tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Menurut Once Rama, drainase yang dibangun dengan dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD itu justru terkesan dipaksakan dan tidak menjawab persoalan utama yang selama ini dikeluhkan masyarakat, yakni banjir saat musim hujan.

“Ini drainase dana Pokir DPRD yang baru dikerjakan tahun 2025. Tidak ada manfaatnya sama sekali untuk lingkungan sekitar. Bukan untuk mengatasi banjir, tapi betul-betul hanya mau mencari keuntungan dan menghabiskan anggaran yang ada,” tegas Once Rama kepada media ini.

Ia menilai, sejak awal pembangunan, drainase tersebut tidak dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Bahkan, menurutnya, keberadaan drainase itu sama sekali tidak berdampak pada pengendalian genangan air yang selama ini menjadi masalah di wilayah tersebut.

“Drainase yang ada bukan solusi banjir. Dari bentuk dan lokasinya saja sudah kelihatan. Ini sama saja, dibangun hanya supaya anggaran terserap. Asas manfaatnya tidak ada,” lanjutnya dengan nada kecewa.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut bernama Pembangunan Drainase dalam Kawasan Kumuh yang berlokasi di Kelurahan Tanah Rata. Proyek ini memiliki Nomor Kontrak 17.007/PPK.FISIK/PP/DPUPR/IX/2025, dengan tanggal kontrak 2 September 2025 dan nilai kontrak sebesar Rp 113.996.000,00.

Proyek tersebut didanai dari Dana Alokasi Umum (DAU), dilaksanakan oleh CV. Putra Ronga, dengan jangka waktu pelaksanaan 90 hari kalender pada Tahun Anggaran 2025. Namun, dalam papan proyek tidak tercantum nama konsultan pengawas.

Warga mempertanyakan proses perencanaan proyek tersebut, mulai dari kajian teknis, partisipasi masyarakat, hingga pengawasan di lapangan. Mereka menilai, jika pembangunan infrastruktur tidak berangkat dari kebutuhan nyata warga, maka proyek semacam ini hanya akan menjadi simbol pembangunan semu.

“Kalau bangun drainase tapi tidak menyelesaikan banjir, untuk apa? Ini uang negara, uang rakyat. Jangan hanya habis anggaran tapi rakyat tetap menderita,” pungkas Once Rama

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan resmi atas kritik warga tersebut.***