BeritaFlores

Didukung Kemdiktisaintek, Tim Dosen Unika Weetebula Gelar Pelatihan AI untuk Guru SMAK Wee Rame Selama Tiga Hari

83
×

Didukung Kemdiktisaintek, Tim Dosen Unika Weetebula Gelar Pelatihan AI untuk Guru SMAK Wee Rame Selama Tiga Hari

Sebarkan artikel ini
Didukung Kemdiktisaintek, Tim Dosen Unika Weetebula Gelar Pelatihan AI untuk Guru SMAK Wee Rame Selama Tiga Hari(Fajarflores/Ril Minggu)

FAJAR FLORES – Upaya peningkatan mutu pendidikan berbasis teknologi terus digencarkan di Desa Wee Rame. Melalui program pemberdayaan dan pendampingan pembuatan bahan ajar berbantuan Artificial Intelligence (AI), para guru SMAK Wee Rame mendapatkan pelatihan intensif selama tiga hari, terhitung sejak 8 hingga 10 September 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di SMAK Wee Rame ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan guna menciptakan bahan ajar yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

Program tersebut digagas dan dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Oktavianus Deke, M.Pd, Yohanis Umbu Kaleka, M.Si, serta Yulita Adelfin Lede, M.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2025 yang didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Dalam keterangannya kepada media Fajarflores.com Oktavianus Deke menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan modern. “Kami ingin guru-guru mitra di Desa Wee Rame, khususnya SMAK Wee Rame, memiliki keterampilan nyata dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran. Antusiasme peserta sangat tinggi karena mereka langsung mempraktikkan berbagai aplikasi yang memudahkan perancangan bahan ajar,” ungkapnya, Senin (06/10/2025).

Beragam platform digital diperkenalkan dalam kegiatan ini, di antaranya ChatGPT, PhET Simulations, Canva, Quizzis (Wayground), Gamma, AiRytr, PippitAI, hingga Book Creator. Aplikasi-aplikasi tersebut dinilai mampu membantu guru menyusun materi pembelajaran secara lebih kreatif, efisien, dan menarik.

Oktavianus menambahkan, melalui pendampingan ini para guru diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghadirkan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan di ruang kelas. “Guru harus menjadi pelopor perubahan. Dengan AI, pembelajaran bisa lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini,” katanya.

Ia juga berharap program ini menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan di Desa Wee Rame secara berkelanjutan. Menurutnya, penguasaan teknologi AI oleh guru akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

Dengan terselenggaranya program ini, Desa Wee Rame diproyeksikan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan teknologi canggih ke dunia pendidikan, sekaligus memperkuat peran guru sebagai agen transformasi pendidikan di daerah.***