BeritaFlores

Flavianus Gon: HAKORDIA Bukan Seremonial, Korupsi Tak Boleh Diberi Ruang di Manggarai Timur

257
×

Flavianus Gon: HAKORDIA Bukan Seremonial, Korupsi Tak Boleh Diberi Ruang di Manggarai Timur

Sebarkan artikel ini
Flavianus Gon: HAKORDIA Bukan Seremonial, Korupsi Tak Boleh Diberi Ruang di Manggarai Timur(Dok. Istimewa)

FAJAR FLORES – Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Melalui Inspektorat Daerah, pemerintah daerah menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti sebatas seremonial tahunan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, berkelanjutan, dan konsisten di seluruh lini birokrasi.

Inspektur Daerah Manggarai Timur, Flavianus Gon, menekankan bahwa HAKORDIA bukan sekadar peringatan simbolik, tetapi menjadi pengingat moral bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“HAKORDIA adalah momentum refleksi. Integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Flavianus Gon kepada media, Selasa (9/12/2025).

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur berkomitmen penuh terhadap prinsip pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Sebagai aparat pengawasan internal, Inspektorat Daerah tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik korupsi dalam bentuk apa pun.

“Tidak ada toleransi bagi korupsi, sekecil apa pun. Setiap bentuk penyimpangan adalah pelanggaran hukum sekaligus pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” tegasnya.

Menurut Flavianus, integritas ASN bukan hanya kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab moral kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk berani menolak gratifikasi serta melaporkan setiap indikasi penyimpangan yang ditemui di lingkungan kerja.

“Kita harus membangun budaya berani jujur, berani menolak, dan berani melapor. Tanpa keberanian itu, upaya pencegahan korupsi tidak akan berjalan efektif,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret dalam peringatan HAKORDIA 2025, Inspektorat Daerah Manggarai Timur menggelar sosialisasi antikorupsi dengan fokus pada pencegahan gratifikasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman teknis ASN sekaligus mendorong kepatuhan dalam pelaporan.

Selain itu, kampanye integritas juga dilakukan melalui pemasangan spanduk antikorupsi di sejumlah titik strategis di Lehong. Upaya ini menjadi ajakan moral kepada masyarakat agar turut berperan aktif dalam membangun budaya antikorupsi.

Flavianus Gon menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada komitmen moral seluruh pemangku kepentingan pemerintahan.

“Integritas tidak bisa ditawar. Dengan tegak lurus pada aturan dan nilai antikorupsi, kita dapat menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Manggarai Timur,” pungkasnya.***