FAJAR FLORES – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus H. Takandewa, S.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan Rakernas I PDI Perjuangan memiliki arti strategis dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari krisis lingkungan, ancaman bencana, hingga penguatan konsolidasi partai sampai ke tingkat akar rumput.
Penegasan tersebut disampaikan Yunus H. Takandewa saat ditemui awak media pada hari kedua peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 sekaligus Rakernas I PDI Perjuangan yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta, Minggu (11/1).
Yunus menjelaskan, arahan Ketua Umum PDI Perjuangan memberikan penekanan kuat kepada seluruh kader agar memiliki kepekaan tinggi terhadap isu krisis lingkungan dan pentingnya mitigasi bencana. Menurutnya, kondisi tersebut bukan lagi wacana semata, melainkan kenyataan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.
“Rakernas ini sangat luar biasa karena memberikan arah dan panduan strategis bagi PDI Perjuangan untuk merespons tantangan masa depan, khususnya terkait krisis lingkungan dan mitigasi bencana,” ujar Yunus.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan ke depan akan menyiapkan langkah-langkah konkret dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, seperti yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera. Peran partai, kata dia, harus hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya sebatas wacana politik.
Lebih lanjut, Yunus menyoroti perlunya perubahan cara pandang dalam pembangunan nasional. Ia menilai, pembangunan tidak dapat lagi berfokus pada daratan semata, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi kelautan besar sekaligus kerentanan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, dan dampak perubahan iklim.
“Indonesia memiliki kekayaan laut yang luar biasa, bahkan biota laut terbesar kedua di dunia. Oleh karena itu, konsep pembangunan semesta berencana harus memasukkan pembangunan berbasis kelautan sebagai bagian penting dari perjuangan PDI Perjuangan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” tegasnya.
Selain membahas agenda strategis nasional, Yunus juga menekankan bahwa Rakernas I menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal partai. Setelah seluruh tahapan organisasi dilalui, PDI Perjuangan kini memantapkan langkah dalam memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah.
“Kekuatan sejati PDI Perjuangan berada di rakyat. Konsolidasi di tingkat ranting dan basis akar rumput harus terus diperkuat karena di sanalah energi perjuangan partai bersumber,” katanya.
Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak hanya berorientasi pada kekuasaan politik, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai keberpihakan terhadap kepentingan rakyat kecil. Prinsip tersebut, menurutnya, merupakan jati diri PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik.
“Partai harus selalu kembali ke rakyat. Itulah roh perjuangan PDI Perjuangan yang akan terus kami jaga,” pungkas Yunus H. Takandewa.***












