FAJAR FLORES – Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan gugur dalam insiden penembakan yang terjadi di wilayah Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Kamis (8/1) pagi.
Korban diketahui bernama Praka Satria Taopan, prajurit TNI asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIT di sekitar Pos Kuid, wilayah Yuguru.
Informasi gugurnya Praka Satria Taopan terungkap dalam siaran pers ketiga yang dirilis oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Dalam pernyataannya, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma mengklaim bertanggung jawab atas serangan bersenjata yang menewaskan satu aparat militer Indonesia.
Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge, dalam laporannya menyebutkan bahwa penembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut. Kontak senjata terjadi secara tiba-tiba saat aktivitas pengamanan berlangsung di sekitar pos.
Selain menewaskan satu prajurit TNI, TPNPB juga mengklaim telah merampas satu pucuk senjata laras panjang milik TNI, serta lima magazen berisi amunisi dan satu unit alat komunikasi jenis HT atau telepon satelit. Seluruh perlengkapan tersebut, menurut klaim mereka, kini berada dalam penguasaan kelompok bersenjata dan disimpan di markas Batalyon Yuguru.
TPNPB menyatakan bahwa klaim tersebut telah dilaporkan secara internal kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB. Dalam keterangan lanjutan, kelompok tersebut juga menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa di pihak mereka selama kontak senjata berlangsung dan seluruh personel yang terlibat diklaim dalam kondisi aman.
Hingga saat ini, situasi keamanan di Kabupaten Nduga, khususnya wilayah Yuguru, dilaporkan masih rawan pascainsiden penembakan tersebut. Aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.***












