BeritaFlores

Dugaan Pelecehan Seksual oleh Imam Sekaligus Dosen Unika Ruteng

975
×

Dugaan Pelecehan Seksual oleh Imam Sekaligus Dosen Unika Ruteng

Sebarkan artikel ini
Dugaan Pelecehan Seksual oleh Imam dan Dosen Unika Ruteng(Ilustrasi)

FAJAR FLORES – Seorang imam Keuskupan Ruteng sekaligus dosen Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, yang berinisial Rm. ILS, dilaporkan telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi. Identitas dan wajah korban sepenuhnya disembunyikan demi perlindungan hukum, sementara identitas terlapor tetap disampaikan kepada publik.

Latar Belakang Terlapor

ILS adalah imam senior Keuskupan Ruteng yang juga dikenal sebagai penulis dan akademisi. Ia merupakan salah satu figur asal Sano Nggoang yang pernah menggali serta menuliskan nilai-nilai budaya Sano Nggoang dalam sebuah buku yang cukup dikenal.

Di Unika Santu Paulus Ruteng, Rm. ILS pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi PSPBI dan mengampu sejumlah mata kuliah, antara lain Ilmu Alamiah Dasar, Pronunciation, Semantik, dan Language Testing.

Pihak kampus kemudian menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian dari status dosen, seiring dengan mencuatnya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut.

Isi Laporan Mahasiswi

Menurut laporan yang diterima media, mahasiswi tersebut mengaku mendapatkan pesan bernuansa seksual melalui aplikasi percakapan yang dikirim oleh terlapor. Selain itu, ia juga menuduh mengalami kekerasan seksual secara fisik, termasuk perabaan pada bagian tubuh sensitifnya.

Korban menyebut dirinya berada dalam posisi ketimpangan relasi kuasa, karena:

Ia memiliki hubungan keluarga dengan terlapor dan memanggilnya “opa”. Terlapor adalah imam Katolik yang ia segani dan kerap ia dengarkan homilinya di gereja. Terlapor juga merupakan dosennya di kampus.

Respons Kampus dan Gereja

Hingga kini, pihak kampus telah memberikan sanksi administratif berupa pemberhentian dari status dosen. Sementara itu, pihak Keuskupan Ruteng belum mengeluarkan pernyataan resmi yang dapat diakses publik terkait proses internal atas laporan tersebut.

Proses Lanjut

Kasus ini masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. Media terus berupaya mengonfirmasi keterangan tambahan dari pihak kampus, Gereja, serta penegak hukum untuk memastikan perkembangan terbaru terkait laporan dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Romo yang berinisial ILS.***